Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum Warahmatullaah Wabarakaatuh
Semoga Allah SWT Yang Maha Agung senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah & inayah-Nya serta membimbing kita ke jalan yang lurus dan diridhai-Nya. Aamiin YRA.
Tulisan ini saya mulai dari perjalanan seorang anak muda yang begitu gigih mencari nafkah untuk keluarganya yang sangat dicintainya, sehingga dia rela mengorbankan jiwa raganya terbukti dengan dua kali dibelahnya dadanya dalm operasi caesar yang cukup parah.
Perjuangan anak muda ini memang sangatlah berat. Di setiap perusahaan tempat dia bekerja selalu saja tidak mendapatkan keberuntungan, bahkan tidak jarang menemui sebuah kemalangan seperti ditilang oleh aparat karena fasilitas dari kantor tempat dia bekerja tidak lengkap, bahkan sering juga mendorong kendaraannya dikarenakan kehabisan bahan bakar.
SEBUAH BIRO PERJALANAN DI KAWASAN KEBAYORAN BARU
Di kawasan yang boleh dibilang elit ini seorang anak muda itu bekerja di sebuah perusahaan biro perjalanan yang cukup terkenal, bahkan sang pemilikpun ternyata menjadi salah satu anggota dewan penasihat di sebuah asosiasi perusahaan biro perjalanan itu. Perusahaan yang cukup besar, bahkan memiliki media cetak yang cukup terkenal di ibukota dengan oplah yang cukup besar pula.
Sang ibu sangat baik dan rendah hati orangnya. Dia selalu sibuk dengan berbagai acara yang membuat dia harus berangkat pagi dan pulang larut malam. Tak urung setiap pulang larut sang anak muda ini tak jarang disuruh menemaninya hingga dini hari. Kadang anak muda ini kurang tidur karena terlalu sering begadang. Sang suami senang tidur, kadang bangunpun jam 10 atau jam 11 siang dan tak jarang ketika sudah mau masuk jam makan siang. Dari gaya bicaranya beliau adalah orang berpendidikan, namun kadang susah ditangkap pembicaraannya dikarenakan cara bicaranya yang terlalu cepat.
Cukup lumayan bekerja di tempat ini. Sangat banyak kebijakan yang super lunak ketika sang boss tidak ada atau sedang di luar kantor. Banyak hal yang sering diputuskan ketika sang pemimpin tidak ada di kantor, Banyak urusan teknis hingga keuangan bersifat longgar di tempat ini, bahkan terkadang untuk urusan salarypun tidak perlu menunggu keputusan sang pemimpin, sang kasirpun yang merangkap sebagai bagian keuangan bisa memutuskan dan bisa mengeksekusi tentang peredaran dan penggunaan dana.
Yang menjadi kendala di sini adalah anggota keluarga sang pemilik yang nota bene seorang karyawan di tempat lain dan sering pulang larut malam, sering membanting pintu sehingga menimbulkan getaran yang cukup keras sehingga menimbulkan keroontokan di bagian langt-langit yang persis berada di atas meja dan komputer sang pemuda.
Sampai pada suatu saat, seorang teman memberikan referensi serta peluang untuk menjadi seorang pimpinan di Bandung. Pemuda itupun menyanggupinya, dia datang le Lantai 38 sebuah gedung mewah di pusat kota atau BUndaran Indonesia. Setelah interview maka diputuskanlah untuk berhenti bekerja di Jakarta ini dan mengundurkan diri.
Dan diapun kembali ke kampung halamannya di Bandung.
Sampai pada suatu saat, seorang teman memberikan referensi serta peluang untuk menjadi seorang pimpinan di Bandung. Pemuda itupun menyanggupinya, dia datang le Lantai 38 sebuah gedung mewah di pusat kota atau BUndaran Indonesia. Setelah interview maka diputuskanlah untuk berhenti bekerja di Jakarta ini dan mengundurkan diri.
Dan diapun kembali ke kampung halamannya di Bandung.